Renungan lainnya
Inilah yang Kita Perlukan
“Damai sejahtera bagi kamu!” (Lukas 24:36)
Anda pikir yang Anda butuhkan hanyalah uang. Anda pikir yang Anda butuhkan hanyalah kesehatan. Anda pikir yang Anda butuhkan hanyalah jabatan, popularitas, atau seseorang di sisimu. Banyak orang menjadi frustrasi ketika hal-hal tidak terjadi seperti yang mereka harapkan.
Yehezkiel 36:8-11, “Maka kamu, gunung-gunung Israel, akan bertunas kembali dan akan memberi buah untuk umat-Ku Israel, sebab mereka akan segera kembali. Hati-Ku akan baik kembali dan Aku akan berpaling kepadamu dan kamu akan dikerjakan dan ditaburi. Aku akan membuat manusia banyak di atasmu, yaitu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya; kota-kota akan didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali. Aku akan membuat manusia dan binatang banyak di atasmu, dan mereka akan bertambah banyak dan beranak cucu dan Aku akan membuat kamu didiami kembali seperti keadaan semula dan akan berbuat baik kepadamu lebih dari pada keadaan dahulu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan."
Siapa yang pernah memiliki iman untuk menanam di gunung yang kering? Siapa yang pernah memiliki iman untuk membangun kembali reruntuhan yang besar? Mungkin, inilah gambaran hidup kita — tanah yang kering dan tandus, kota-kota yang hancur. Tunggu, tunggu, tunggu, Tuhan masih berbicara melalui serpihan-serpihan kehancuranmu. Arahkan telingamu kepada-Nya.
Sering kali kita tidak tahu apa yang sungguh-sungguh kita butuhkan — tetapi Tuhan tahu. Yang Anda butuhkan bukan sekadar pengadaan kebutuhan, kesempatan, orang-orang, atau jabatan. Yang Anda butuhkan adalah Tuhan sendiri. Kita tidak menerima karena kita berjuang tanpa henti atau mengejar tanpa lelah. Kita menerima karena itu adalah kehendak-Nya. Ketika Tuhan berkehendak, Ia menggenapinya. Ketika Ia berfirman, gunung yang tandus berbuah. Ketika Ia memalingkan wajah-Nya kepadamu, reruntuhan dibangun kembali. Dialah Tuhan yang membuat segala yang Anda butuhkan datang dengan cara-Nya pada waktu-Nya — bukan oleh kegelisahan dan usaha yang cemas, melainkan oleh tangan-Nya yang berdaulat. Dan ketika Ia melakukannya, Anda akan tahu: Ya — Dialah Tuhan. Dialah Allah kita. Dialah Raja atas hidup kita.
Betapa suatu kehormatan memiliki Sang Raja yang merancang hidup kita! Hari ini, berhentilah berjuang dengan kekuatanmu sendiri; izinkan Tuhan menyatakan rencana-Nya bagimu. Berhentilah memaksakan segala sesuatu terjadi menurut caramu pada waktu yang Anda inginkan; izinkan Tuhan bertindak bagimu — memberi inspirasi, mendatangkan segala sesuatu kepadamu, dan membuat segala sesuatu terjadi bagimu dengan cara-Nya pada waktu yang telah Ia tetapkan.
Berhentilah menangisi kegagalan kemarin. Tuhan memiliki rancangan yang lebih besar. Pikiran-Nya dan pikiran kita berjauhan seperti langit dan bumi. Apa yang tampak mustahil bagi kita, begitu mudah bagi-Nya. Ketika Tuhan merancang dan memberi inspirasi, apa yang dahulu terasa seperti mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan, akan menjadi nyata pada waktu-Nya. Ketika Tuhan menuntunmu, tantangan mungkin tetap muncul — tetapi Dia adalah Sang Pemenang. Ia tidak pernah gagal, dan tidak akan pernah gagal terhadap mereka yang percaya kepada-Nya. Tuhan bukan sekadar bagian dari apa yang kita butuhkan; Dia adalah segala yang kita butuhkan.
Bersama Tuhan, segala sesuatu mungkin terjadi. Karena itu, percayalah kepada-Nya. Percayalah kepada-Nya ketika Anda tidak mengerti. Percayalah kepada-Nya ketika Anda tidak dapat melihat jalan. Percayalah kepada-Nya ketika luka kemarin masih terasa. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan — dan tidak ada hidup yang diserahkan kepada-Nya yang pernah sia-sia. Percayalah kepada Tuhan. Inilah yang Anda butuhkan.
Cindy Widjaja